Lewati ke konten

Teks foto : Tim sedang melakukan kegiatan SIA.(istimewa)
Tapanuli Selatan, Newsliputan.com – PTPN IV Regional I Kebun Hapesong bersama PKS Hapesong menggelar penyusunan Social Impact Assessment (SIA) 2026 yang digelar Rabu (17/6/2026) di Balai Karyawan Kebun Hapesong, Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel).
Kegiatan ini jadi bahan evaluasi program Corporate Social Responsibility/CSR yang sudah berjalan 3 tahun terakhir.
Hadir tim konsultan Ir. Mena Uli Tarigan, Dr. Farid Aulia, Remaja Putra Tarigan, Manager PKS Hapesong Manaiq Situngkir, Askep Kebun Hapesong Surya Ramadan.
Selanjutnya, Danramil 09/Siangkap Kapten Inf. H. Sirait, pengurus SPBUN, rekanan, serta Disnaker Tapsel.
Ketua Tim Konsultan Ir. Mena Uli Tarigan merinci ada 8 desa binaan ring 1 yaitu 4 desa di Kecamatan Batang Toru, 3 desa di Angkola Sangkunur, 1 desa di Angkola Barat.
“Data kami, tahun 2023 ada 13 program CSR terealisasi, 2024 ada 11 program, 2025 ada 12 program. Semua untuk desa ring 1,” ujarnya.
SIA 2026 digelar untuk mengukur dampak sosial-ekonomi. Sesuai aturan, perusahaan wajib menyisihkan minimal 20% lahan untuk kebun masyarakat, serta program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, infrastruktur, dan mitigasi lingkungan.
Salah seorang warga Desa Lingkar perusahaan bernama Rudi menyoroti berkurangnya tenaga kerja lokal.
“Anak-anak kami sekarang susah masuk kerja di kebun sendiri. Kami harap lewat SIA ini, PTPN bisa buka ruang lebih banyak untuk warga ring 1,” katanya.
Kegiatan SIA 2026 ini juga mendapat apresiasi dari insan pers. Salah seorang wartawan media massa bernama Z Nasution mengatakan, sinergitas PTPN IV Regional I Kebun Hapesong dengan media saat ini sudah sangat baik.
“Komunikasi dan keterbukaan informasi dari manajemen ke media sekarang sudah jauh lebih bagus dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Manajemen menyatakan akan menindaklanjuti seluruh masukan warga. Dokumen SIA 2026 ditarget selesai dan hasilnya dipublikasikan ke stakeholder.(Nelwan Tanjung)
Related Posts
15 Juli 2026
15 Juli 2026
13 Juli 2026