Lewati ke konten

Teks foto : Kantor PDAM Tirta Bulian Kota Tebing Tinggi.(istimewa)
Tebingtinggi, Newsliputan.com – Kabar mengenai rencana pelantikan Hadi Sucipto sebagai Direktur PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (15/6/2026) di ruang kantor PDAM Tirta Bulian, Jalan Pusara Pejuang, sempat menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan.
Informasi tersebut beredar luas di tengah masyarakat dan awak media sehingga menimbulkan kehebohan sekaligus kebingungan, bahkan di lingkungan internal perusahaan daerah tersebut.
Sejumlah karyawan PDAM Tirta Bulian mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai agenda pelantikan maupun sosok yang akan dilantik sebagai Direktur definitif.
Sejak Minggu (14/6/2026) sore hingga malam hari, informasi terkait kegiatan tersebut dinilai sangat minim dan tidak tersosialisasikan secara menyeluruh kepada para pegawai.
Salah seorang karyawan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku hanya mengetahui adanya persiapan di lingkungan kantor untuk suatu kegiatan pelantikan.
Namun, dirinya tidak mengetahui siapa yang akan dilantik maupun detail acara tersebut.
“Kami juga tidak tahu bang siapa yang akan dilantik, yang kami tahu hanya ada persiapan di kantor dalam rangka pelantikan,” ujarnya.
Keterkejutan para pegawai semakin bertambah setelah adanya pemberitahuan melalui grup WhatsApp internal karyawan pada hari pelaksanaan.
Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa pelantikan Direktur PDAM Tirta Bulian akan dilaksanakan pada 15 Juni 2026 pukul 08.30 WIB. Padahal, menurut informasi yang beredar, surat undangan terkait kegiatan tersebut telah diterbitkan sejak 12 Juni 2026.
Menanggapi batalnya pelantikan tersebut, Sahlan Saragih, salah seorang warga Kota Tebingtinggi yang mengaku pernah melaporkan dugaan permasalahan di tubuh PDAM Tirta Bulian kepada aparat penegak hukum, menyampaikan rasa syukurnya atas pembatalan tersebut.
Menurutnya, keputusan tersebut dapat menjadi langkah yang tepat demi menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah milik pemerintah kota itu.
Sahlan menilai bahwa proses hukum maupun pemeriksaan yang berkaitan dengan kepemimpinan sebelumnya perlu menjadi perhatian sebelum dilakukan pengangkatan direktur definitif.
Dia berharap Wali Kota Tebing Tinggi selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) dapat mengambil keputusan secara bijaksana demi menjaga kondusivitas masyarakat dan keberlangsungan pelayanan publik yang diberikan oleh PDAM Tirta Bulian kepada warga.
Di sisi lain, beredar pula informasi mengenai kemungkinan penunjukan pelaksana tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Bulian dari kalangan internal perusahaan dengan inisial “T” yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Perencanaan.
Menanggapi berbagai isu tersebut, aktivis Kota Tebing Tinggi, Tawer Guman, menyatakan apresiasinya atas pembatalan pelantikan yang sempat direncanakan.
Dia bahkan menegaskan akan melakukan aksi unjuk rasa secara berkelanjutan apabila sosok yang dinilai kontroversial tetap diangkat menjadi Direktur PDAM Tirta Bulian.
Menurutnya, kepemimpinan BUMD harus diisi oleh figur yang mampu menjaga kepercayaan masyarakat serta membawa perusahaan ke arah yang lebih baik.Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak PDAM Tirta Bulian dan Pemerintah Kota Tebing Tinggi terkait alasan pembatalan pelantikan tersebut.(edrasyah)
Related Posts
15 Juni 2026
15 Juni 2026
14 Juni 2026