
Teks foto : SDN 5 Rantau Utara.(istimewa)
Labuhanbatu, Newsliputan.com – Menanggapi Adanya pemberitaan yang menyebut adanya dugaan pungutan liar (pungli) di SDN 5 Rantau Utara, Kepala Sekolah Sumarni Spd angkat bicara.
Ia dengan tegas membantah adanya dugaan pungli di sekolahnya yang mencuat dalam pemberitaan, saat ditemui Wartawan di ruang kerjanya Selasa (12/5/2026).
“Kami merasa perlu memberikan klarifikasi karena tuduhan tersebut sangat mencoreng nama baik sekolah dan pribadi saya sebagai kepala sekolah,” tegas Kepsek.
Sumarni merinci bahwa sejumlah poin yang di isukan diduga pungli itu tidak benar. Pihak sekolah SDN 5 Rantau Utara membantah dan itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Pertama, soal pungutan Rp 20.000 yang disebut-sebut sebagai pungli oleh sekolah, ia menjelaskan bahwa dana tersebut adalah sumbangan sukarela untuk perpisahan salah seorang guru, bukan pungutan wajib dari pihak sekolah.
“Yang benar adalah sumbangan tersebut tidak ada patokan melainkan Ikhlas hati (Sukarela) untuk perpisahan salah seorang Guru Pendidik sebagai bentuk Cindera mata,” ucapnya.
Terkait tuduhan uang perpisahan yang disebut-sebut di pemberitaan di media sosial, secara tegas Sumarni juga membantahnya.
“Itu tidak benar pak, Yang disepakati dalam rapat bersama hanyalah seikhlasnya dan terserah mau memberi sumbangan berapapun, Dana tersebut digunakan untuk membeli kalung alumni dan konsumsi saat acara perpisahan,” jelasnya.
Secara tegas ia juga mengajak seluruh Wali kelas agar mengembalikan sumbangan sukarela tersebut.
“Yang benar adalah berbentuk sumbangan sukarela dan dana ini juga sudah dikomunikasikan secara terbuka kepada para orang tua siswa. Setelah dana sumbangan terkumpul, langsung kami mulai acara dengan seadanya. Jadi tidak benar kalau dibilang ada dugaan pungli,” ungkapnya.
Atas seluruh tuduhan itu, pihak sekolah mengaku sangat dirugikan dan merasa perlu memberikan klarifikasi secara terbuka.
Sumarni juga menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjalankan tata kelola pendidikan secara transparan dan akuntabel.
“Demikian klarifikasi ini kami sampaikan secara jujur dan sebenar-benarnya. Kami berharap masyarakat tidak langsung percaya dengan tuduhan sepihak yang tidak memiliki bukti kuat. Tuduhan seperti ini sangat merugikan nama baik sekolah dan kami yang bekerja dengan niat tulus membangun pendidikan,” terangnya.(Hen)
Related Posts
29 Mei 2026
29 Mei 2026
29 Mei 2026