Massa ketika di Mapolda Sumut (ist)
Medan, Newsliputan.com – Kasatreskrim Polres Padang Sidempuan diduga tidak profesional dalam menangani perkara Rifky, serta suami dari Enny.
Atas adanya ketidakprofesionalan itu, puluhan massa dari Gabungan Eksekutor Aktivis Muda Kordinator Wilayah Sumatera Utara (Sumut) melakukan aksi demontrasi di Mapoldasu, Medan, Senin (31/8/2026).
Massa dalam orasinya menegaskan agar Kapolda Sumut segera mencopot Kasatreskrim Polres Padang Sidempuan terkait dengan dugaan rekayasa kasus yang menimpa anak dan suami dari Enny seorang ibu rumah tangga.
“Kami menduga adanya ketidakprofesionalan, tidak transparan dan tidak independen dalam penanganan perkara dan dugaan penyalahgunaan wewenang,” ungkap kordinator lapangan, Rahmat Hidayat.
Massa juga meminta dan mendesak agar Propam Polda Sumut memanggil dan memeriksa 4 oknum Satresnarkoba Polres Padang Sidempuan terkait dugaan penjebakan terhadap Rifky Ananda anak dari Enni.
Kemudian, massa juga meminta agar Propam Polda Sumut memeriksa 4 oknum dari Satreskrim Polres Padang Sidempuan.
“Kami menduga adanya kriminalisasi hukum dan kesewenang-wenangan atas kasus yang membuat suami dari Enny selaku korban penganiayaan. Kami minta Kapolda Sumut bertindak dan menidak oknum yang menyalahi kewenangan,” ungkapnya.
Perwakilan dari Propam Polda Sumut, Itu P Tamba menerima aspirasi dari massa dan berjanji akan menindaklanjuti kepada pimpinan.
“Aspirasi ini akan saya sampaikan kepada pimpinan. Nantinya, pihak internal akan melakukan klarifikasi kepada pihak yang bersangkutan (Polres Padang Sidempuan),” terangnya. (Red)






