Teks foto : Dilaporkan Kasus Penggelapan Mobil, Herizal Cari Keadilan di Polda Sumut.(istimewa)
Medan, Newsliputan.com – Herizal warga Kota Medan mengadukan ZA atas dugaan penggelapan mobil Toyota Yaris BK 1071 AAD atas nama Mazdalena (M) dengan modus rental.
Selain itu, Herizal juga heran telah dilaporkan oleh M. Sebab, tidak pernah transaksi pembayaran atau menjemput mobil dengan wanita itu.
“Jadi, H itu saudara dari M. H menawarkan jika ada mau rental mobil kabari. Lalu 22 Februari 2025, Z mencari mobil untuk rental dipakai istri Z,” kata Rizal, Selasa 13 Januari 2026.
Selanjutnya, Rizal berkomunikasi dengan M dan mempertanyakan mobil yang ditawarkan itu.
“Jadi, mobil saya jemput dari rumah H. Lalu mobil itu saya antar bersama teman saya bernama Bernard. Mobil itu kami antar ke rumah Z di Tasbih Medan,” tambahnya.
Sesampainya di rumah Z, disitu hanya ada istrinya berinisial (RM). Disitu Rizal dan Bernard berkomunikasi dengan RM dan menyerahkan mobil, kunci dan STNK-nya.
“Bahkan mobil sempat saya foto berada dirumah Z. Artinya jelas mobil itu sudah kami serahkan kepada Z melalui istrinya,” tuturnya.
Kemudian, 23 Februari 2025, Z mengirim uang atau transfer dengan Rizal. Selanjutnya Rizal mengirimkan kembali uang itu kepada H.
“Jadi, H itu juga sudah mengenal sosok dari Z. Uang saya tranfer dengan H juga atas persetujuan dari H,” tambahnya.
Singkat cerita, April 2025 pembayaran Z menyendat dan H mulai panik. Muncul bahasa dari H bahwa mobil mau dijual.
“Lalu saya sampaikan kepada Z bahwa mobil yang dirental itu mau dijual. Lalu Z mengatakan akan mengembalikannya mobil itu. Akan tetapi mobil tidak kunjung dikembalikan,” tambahnya.
Beberapa hari kemudian, Rizal dan H serta orang tua dari M datang kerumah Z. Akan tetapi, tidak kunjung bertemu dengan Z atau istrinya.
“Akhirnya, M melaporkan Z ke Polsek Sunggal. Disitu saya dan Bernard menjadi saksi. Kami jelaskan semuanya kepada juper. Laporan 18 Juni 2025,” tuturnya.
Setelah beberapa hari dilaporkan, lalu Rizal beserta H dan orang tua M serta juper datang ke rumah Z untuk mencari kebenaran.
“Saat itu tidak ada orang dirumah Z. Lalu saya telepon Z. Disitu saya speaker mengenai adanya panggilan dari polsek Sunggal masalah mobil. Disitu telepon saya diangkat Z dan katanya Z mau datang untuk menghadiri. Disitu didengarkan oleh saksi bernama Bernard dang orang tua H dan juper. Namun Z tidak datang juga atau tidak beretikad baik,” tuturnya.
Beberapa pekan kemudian, Rizal berkomunikasi kembali dengan juper mengenai perkembangan kasus itu. Akan tetapi juper mengatakan bahwa terlapor adalah Rizal.
“Juper mengatakan M sudah cabut laporan dan saya yang dilaporkan. Katanya sulit jumpai Z, artinya ada yang tidak beres disini. Seharusnya juper terus mencari keberadaan si Z. Jika Z tidak hadir tiga kali, buat surat perintah membawa. Kenapa jadi saya yang dilaporkan oleh M. Itu yang membuat kasus ini menjadi janggal,” tegasnya.
Rizal mengatakan bahwa orang tua dari M, lalu H, juper dan Bernard sudah mengetahui bahwa mobil itu ada dengan Z.
“Lalu mengapa saya yang dilaporkan. Saya berniat membantu M atau H kok jadi saya dilaporkan. Saya akan laporkan juga pihak M karena membuat laporan janggal,” tegasnya.
Selain itu, Rizal juga akan melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan di media sosial terhadap beberapa orang sesuai dengan bukti yang dimiliki.
“Kita tunggu saja. Saat ini laporan dari M terhadap saya sudah dilimpahkan ke Polrestabes Medan. Saat ini juga saya sudah melaporkan kasus ini ke Polda Sumut agar Polda Sumut bisa memberikan keadilan terhadap saya atas laporan M tersebut,” tuturnya.
Dalam laporan di Polda Sumut, Rizal mengaku sudah menyerahkan beberapa dokumen pendukung agar kasus bisa terang.
“Ada beberapa alat bukti yang saya lampirkan. Saya harap penyidik bisa menjalankan tupoksi dengan profesional,” terangnya.
Ketua Garda Bela Negara Nasional (GBNN) Provinsi Sumut Trie Yanto Sitepu SH dan juga tokoh masyarakat ini ketika dimintai tanggapannya mengatakan agar kepolisian bekerja dengan profesional.
“Artinya, dalam kasus ini kita buktikan dulu ada mensrea yang dilakukan oleh saudara Rizal,” ucapnya.
Karena, H dan Z itu sudah saling mengenal. Sedangkan Rizal hanya menjembatani.
“Selain itu, yang menawarkan mobil itu adalah H. Ini harus menjadi perhatian dari penyidik juga. Seharusnya, M ini juga melaporkan H. Jika dirunut dari kronologi perkara ini. Saya yakin penyidik akan profesional dalam menangani perkara ini,” tegasnya.
Informasi yang didapatkan awak media, Z saat ini sedang berada di Jakarta. Sementara, kepolisian masih terus menindaklanjuti laporan dari M terhadap Z.(red)






