Lewati ke konten

Teks foto : Korban saat di rumah sakit.(istimewa)
Langkat, Newsliputan.com – Kasus kematian pelajar bernama S.A Sitorus di pemandian objek wisata Tangkahan Pulau 7 Dusun Kwala Bulu, Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat Senin (1/6/2026) hingga saat ini masih menjadi misteri.
Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi badannya penuh luka lembam dan memar. Akhirnya pihak keluarga meminta agar kasus ini diselidiki oleh pihak Polsek Padang Tualang, Polres Langkat.
“Kami sudah siap mayat anak saya dibongkar kembali untuk dilakukan otopsi, masalahnya sampai saat ini pihak Polsek Padang Tualang belum juga menindak lanjuti laporan saya. Kalau memang anak saya murni meninggal akibat hanyut disungai kami ikhlas, tapi kalau meninggal akibat adanya penganiayaan, kami minta segera diusut kembali,” ucap Armina Dwi Farida Siagian, orangtua dari korban, Rabu (10/6/2026).
Pihak keluarga melihat banyak kejanggalan atas kematian korban, tempurung masuk ke dalam, hidung dan mulut keluar darah, leher, punggung, pergelangan tangan dan kedua kaki lembam dan kedua tangan luka lecet.
Informasi yang digunakan himpun, peristiwa tewasnya korban terjadi saat dia bersama 5 orang temannya mendatangi objek wisata Tangkahan pada Minggu (31/5/2026).
Saat sedang asik mandi-mandi, tiba-tibanya sore harinya, pihak keluarga dikejutkan dengan kabar bahwa korban hanyut di sungai Tangkahan.
Mendapat kabar tersebut, pihak keluarga langsung bergegas pergi ke lokasi. Dibantu warga dan petugas, hari itu juga dilakukan pencarian.
Akhirnya, pada Senin (1/6/2026) pagi, jenazah korban berhasil ditemukan. Selanjutnya jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit hingga akhirnya diserahkan sama keluarga untuk disemayamkan.
“Jadi, kami meminta kepolisian untuk segera melakukan autopsi terhadap mayat anak kami. Segera ungkap fakta penyebab kematian anak kami ini,” terangnya.(rz)
Related Posts
12 Juni 2026
11 Juni 2026
10 Juni 2026